Selasa, 02 April 2013
Trend Kepang Ala Selebritis Luar
Hal
yang paling menyebalkan dalam diri wanita salah satu nya ialah ketika
mengalami bad hair day. Nah di hari yang menyebalkan ini sebagian
wanita suka mengepang rambutnya ketika bad hair. Kalo kita lihat model
rambut dikepang itu terlihat kampungan atau monoton. Karena dikepang
itu identik dengan wanita di pedasaan, bener ga??.
Padahal
anggapan itu salah ,,,!! Kemarin saya sempat browsing dan menemukan
bahwa artis luar pun terlihat tampil cantik dengan kepangan sederhana.
Berikut ini adalah artis luar yang tampil cantik ketika dikepang:
Ashley Tisdale
Ashley Tisdale pun terlihat cantik dengan kepangan tampak samping ini, lebih terkesan simple namun tetap bergaya
Taylor Swift
kepangan Taylor Swift hampir sama dengan Ashley Tisdale, dengan tambahan sedikit poni samping panjang yang sengaja terurai semakin terlihat manis.
Bella Thorne
Riasan
hair stylist Bella Thorne sangat terlihat sederhana, dengan kepangan
kedepan ia pun merasa percaya diri mengenakan poni pendeknya.
Mary Kate
Salah
satu yang saya suka adalah gaya natural Mary Kate dengan kepangan
setengah rambut dan diatasnya sengaja diberi stylist yang terkesan
berantakan namun tetap terlihat ok.
Hailee Steinfeld
kepangan Hailee Steinfeld pun tidak kalah menariknya untuk di coba, rambut jadi terlihat rapih dan tetap terlihat trendy.
Jika
anda ingin rambut anda terlihat indah dan trendy seperti artis luar
diatas berikut ini ada beberapa tips mengepang yang tepat :
-Pastikan
rambut anda dalam keadaan kering/ tidak basah, sebab jika rambut lembab
akan membuat rambut menjadi bau serta dapat merusak kultikula rambut.
-Agar terlihat lebih rapih anda juga bisa menggunakan gel rambut agar rambut mudah diatur. Anda juga mengaplikasikan gel rambut ini di batang rambut.
-Sisir terlebih dahulu rambut yang kusut agar rapih dan lebih mudah dalam mengepang.
-Selanjutnya,
bagi rambut menjadi tiga bagian, lalu mulailah untuk mengepang secara
rapih. Usahakan juga kepangan jangan terlalu kuat namun juga jangan
terlalu lemah. Agar hasilnya terlihat tidak kaku.
-Terakhir ikat rambut dengan karet jepang agar tidak lepas.
Bagaimana mudahkan,,?? Anda juga bisa terlihat lebih cantik dan trendy ketika di kepang... selamat mencoba..!!!
Gambar: www.kawankumagz.com
Gambar: www.kawankumagz.com
Tips merangkai rambut model rantai
Minggu, 31 Maret 2013
essay
Pikir Positif Ubah Pesimisme
Oleh
: Santa Claudia Sibarani
Dewasa
ini banyak sekali masalah-masalah yang muncul dan bahkan tak kunjung selesai.
Banyak orang yang dibuat menjadi pribadi yang pesismis oleh keadaan lingkungan
sekitarnya daripada mencoba menjadi pribadi optimis dan memulai untuk mencoba
mencari jalan keluar untuk berbagai problematika kehidupan.
Fenomena
seperti ini cukup berkembang di Indonesia. Realitas masyarakat yang pada
umumnya pasif terhadap kebijakan pemerintah akan cenderung pesimis terhadap
masalah-masalah yang terjadi dalam pemerintahan. Orang-orang pesimis terkadang
hanya akan memblokir pikirannya dari pada bertindak aktif memecahkan masalah.
Setiap
pribadi pada umumnya memilih untuk tetap berada dalam status quo dibandingkan
mencoba mencari jawaban-jawaban semua persoalan kehidupan. Mereka kebanyakan
merasa hanya duduk di zona aman dan cenderung tidak mau mengubah posisi tempat
mereka duduk ke tempat yang lebih baik lagi, sehingga pada akhirnya zona aman
mereka bisa menjelma menjadi neraka mereka sendiri.
Hal
yang menarik adalah kita banyak sekali menemukan pribadi-pribadi yang memiliki
mental pesimis. Entah itu orang tua, dosen, saudara, sahabat ataupun bahkan
pemimpin kita. Tak jarang dari mereka yang lalu menggeleng-gelengkan kepalanya
dan berkata, “Tidak mungkin hal itu bisa Anda lakukan!”
Perkataan
itu tentu menyakitkan bagi sebagian orang yang mencoba untuk menanamkan sikap
optimis dalam kehidupan mereka. Tak jarang juga dari kita yang lalu menguburkan
impian dan niat kita karena rasa kurang percaya diri dan pengaruh orang-orang
di sekitar kita yang pada titik tertentu tidak dapat memberikan motivasi dan
stimulus yang cukup dan bahkan lebih memukul mundur usaha kita dengan
kepesimisan mereka.
Yang
menyebabkan pribadi memiliki mental pesimis adalah hasil dari proses
sosialisasi itu sendiri. Faktor budaya juga dapat menyebabkan seseorang
memiliki mental pesimis. Praktek ini bisa terjadi ketika Anda memiliki budaya
yang memerintahkan Anda untuk menghormati orang tua. Dan orang tua Anda sendiri
adalah orang yang sangat otoriter yang bisa dibilang skeptis terhadap semua
proses perubahan.
Tentu
saja jika sikap otoriter orang tua mengambil andil yang cukup besar dalam
kehidupan Anda sehingga membuat Anda tidak dapat mengutarakan ide-ide kreatif
dan kritis dan cenderung untuk menerima apa saja yang sudah ada dan tidak
memiliki kemampuan untuk berinovasi. Praktek seperti ini membuat banyak sekali
pribadi yang memiliki mental pesismis.
Hal-hal
yang harus kita semua reparasi adalah mindset atau cara berpikir kita.
Cara berpikir yang baik untuk menekan mental kepesimisan seseorang adalah
dengan terus berpikiran positif. Konteks berpikiran positif ini bukan hanya
kepada diri sendiri tetapi terhadap orang lain dan berbagai permasalahan yang ada.
Dengan
berpikiran positif, kita dapat memancarkan energi positif pula. Maksudnya di
sini adalah ketika kita berpikiran positif tentang semua hal di depan kita,
kita dapat pula berkata-kata positif sehingga orang-orang di sekitar kita juga
turut mendengar hal-hal positif. Energi positif yang kita miliki dapat membuat
pikiran kita sendiri terbuka sehingga kita dapat menyelesaikan segala
problematika kehidupan yang ada, daripada memilih untuk berada pada zona aman
dan selalu menghindari masalah.
Di
luar sana tentu masih banyak orang yang pesimis terhadap dirinya dan orang
lain. Tetapi kita dapat mengubah mental pesimis kita dengan selalu mencoba
melihat segala hal dengan pikiran yang positif. Pribadi yang memiliki mental
pesimis lebih cenderung menghindari masalah sedangkan pribadi optimis akan
selalu menginterpretasikan suatu masalah dengan keinginan untuk memecahkan
secara konkret sampai ke akar-akarnya. Berpikir positif dapat membantu kita
menjadi optimis dan setelah dipraktekkan tentu saja kita dapat melihat
koherensinya.
Nama : Santa
Claudia Sibarani
Kelas : XII
IPA 4
Nomor : 22
Minggu, 24 Maret 2013
Cantiknya Miss Russia 2013 yang Disebut-sebut Mirip Angelina Jolie
Cantiknya Miss Russia 2013 yang Disebut-sebut Mirip Angelina Jolie
Rusia baru saja menggelar kontes kecantikan untuk memilih siapa yang akan mewakili negara tersebut di Miss Universe 2013. Seorang wanita yang sering disebut-sebut mirip Jolie oleh orang-orang di Rusia keluar sebagai pemenang. Seperti apa kecantikan Miss Rusia terbaru?
1. Miss Rusia
Inilah pemenang Miss Rusia 2013 yang akan menjadi wakil di kontes Miss Universe. Namanya adalah Elmira Abdrazakova dan usianya baru 18 tahun.
2. Penobatan
Mengenakan tiara seharga US$ 1 juta, Elmira dinobatkan sebagai pemenang pada akhir pekan lalu. Pemilihan Miss Rusia digelar di Barvikha Luxury Village Concert Hall, Moskow.
3. Mirip Jolie?
Menurut Siberian Times, Elmira memiliki nickname 'Angelina Jolie of Russia'. Dia sering disebut mirip Jolie. Apakah Anda sepakat?
4. Mahasiswi
Elmira saat ini masih kuliah di Faculty of World Economy and Crisis Management di Siberian Railway University, Novosibirsk.
5. Model Katalog
Sebelum sukses menjadi pemenang Miss Rusia, Elmira tidak banyak punya pengalaman di dunia modelling. Dia hanya pernah beberapa kali menjadi model untuk katalog belanja.
6. Cinderella Story
Elmira merasa kisahnya bisa memenangkan Miss Rusia bagaikan cerita Cinderella. "Aku tidak menyangka. Aku tidak pernah percaya pada cerita dongeng Cinderella. Dan ketika aku ikut kontes ini, aku tidak berpikir (menang). Tapi sekarang aku berdiri di sini dan tidak bisa aku bayangkan bagaimana wajahku di layar. Aku shock," katanya.


sumber | iniunic.blogspot.com | http://wolipop.detik.com/read/2013/03/05/132605/2186079/1137/cantiknya-miss-russia-2013-yang-disebut-sebut-mirip-angelina-jolie?991104topnews
Rusia baru saja menggelar kontes kecantikan untuk memilih siapa yang akan mewakili negara tersebut di Miss Universe 2013. Seorang wanita yang sering disebut-sebut mirip Jolie oleh orang-orang di Rusia keluar sebagai pemenang. Seperti apa kecantikan Miss Rusia terbaru?
1. Miss Rusia
Inilah pemenang Miss Rusia 2013 yang akan menjadi wakil di kontes Miss Universe. Namanya adalah Elmira Abdrazakova dan usianya baru 18 tahun.
2. Penobatan
Mengenakan tiara seharga US$ 1 juta, Elmira dinobatkan sebagai pemenang pada akhir pekan lalu. Pemilihan Miss Rusia digelar di Barvikha Luxury Village Concert Hall, Moskow.
3. Mirip Jolie?
Menurut Siberian Times, Elmira memiliki nickname 'Angelina Jolie of Russia'. Dia sering disebut mirip Jolie. Apakah Anda sepakat?
4. Mahasiswi
Elmira saat ini masih kuliah di Faculty of World Economy and Crisis Management di Siberian Railway University, Novosibirsk.
5. Model Katalog
Sebelum sukses menjadi pemenang Miss Rusia, Elmira tidak banyak punya pengalaman di dunia modelling. Dia hanya pernah beberapa kali menjadi model untuk katalog belanja.
6. Cinderella Story
Elmira merasa kisahnya bisa memenangkan Miss Rusia bagaikan cerita Cinderella. "Aku tidak menyangka. Aku tidak pernah percaya pada cerita dongeng Cinderella. Dan ketika aku ikut kontes ini, aku tidak berpikir (menang). Tapi sekarang aku berdiri di sini dan tidak bisa aku bayangkan bagaimana wajahku di layar. Aku shock," katanya.

sumber | iniunic.blogspot.com | http://wolipop.detik.com/read/2013/03/05/132605/2186079/1137/cantiknya-miss-russia-2013-yang-disebut-sebut-mirip-angelina-jolie?991104topnews
sumber : http://iniunic.blogspot.com/2013/03/cantiknya-miss-russia-2013-yang-disebut.html#ixzz2OS2sUlRU
Kutipan Menarik "Soekarno'' Sepanjang Masa
Kutipan Menarik "Soekarno'' Sepanjang Masa
Beberapa Kutipan Soekarno yang mulai dari persoalan Imperialisme, Wanita, Kemerdekaan, Nasionalisme, Keadilan, Hubungan Internasional sampai pada persoalan sosok Soekarno sendiri.
"Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" . (Bung Karno)
"Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya".
(Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."
(Soekarno)
"Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun". (Bung Karno)
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
– Bung Karno
"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."
(Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)
"……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……"
(Bung Karno)
"Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali ".
(Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)
"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat."
(Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)
"Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : "Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim". " Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya"
(Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)
"Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang."
(Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)
"Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong"
(Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)
"Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, "Kadyo siniram wayu sewindu lawase"
(Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
"Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."
(Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)
sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/514691ed7b12434511000019/kutipan-menarik-quotsoekarno-sepanjang-masa/
sumber : http://iniunic.blogspot.com/2013/03/kutipan-menarik-soekarno-sepanjang-masa.html#ixzz2OS22f1P3
Tamparan Habibie Buat Bangsa Indonesia
Sudah
membaca buku kisah "Ainun dan Habibie" atau bahkan sudah menonton
filmnya? Mungkin kebanyakan anda lebih tertarik dan tersentuh dengan
kisah romantis kesetiaan sepasang suami istri, namun justru yang saya
rasakan di sepanjang tulisan dalam buku dan film, adalah sebuah
pertunjukan "peperangan" dari seorang anak bangsa kepada kebijakan
pemerintahnya yang tidak berdaulat dan "tamparan" bagi budaya bangsanya
yang tidak mandiri di atas tanah airnya sendiri.


Pada paruh tahun 80an akhir, sosok Habibie menjelma menjadi idola dan simbol sosok intelektual yang shalih. Seorang intelektual yang mumpuni diakui dunia barat, yang secara material sudah kaya karena royalti dari rancangan sayap pesawat terbang yang terus mengalir seumur hidup, dan digambarkan sebagai sosok yang taat dan rajin beribadah, bahkan tidak pernah meninggalkan puasa sunnah hari Senin dan Kamis.
Pada masanya bahkan masih sampai kini, sosok ini menjadi model bagi banyak sekolah dan lembaga pendidikan Islam, dengan jargon "mencetak cendekiawan yang berotak Jerman dan berhati Mekkah". Beberapa pihak bahkan menyebut sekolahnya sebagai lembaga yang mencetak Ulil Albab. Bisa jadi karena sedikit banyak sosok Habibie waktu masa itu dianggap pantas sebagai model Ulil Albab dalam perspektif cendekiawan.
Begitulah, "ruh intelektual" dari sosok Habibie nampaknya lebih kental dikenal dari "ruh pejuang". Makna Ulil Albab pun menyempit menjadi makna seorang cendekiawan pandai yang memiliki keshalihan personal.
Efeknya adalah lahirlah konsep-konsep pendidikan Islam yang berupaya memadukan kedua sisi itu dengan nama "IMTAQ dan IPTEK", dengan ciri khas bergedung hebat, berorientasi mecusuar dan elitis alias terpisah dari masyarakatnya, sebagaimana pusat menara gading para intelektual.
Apa yang salah? Mungkin tiada yang salah, namun yang kurang adalah memunculkan "ruh perlawanan" untuk membebaskan bangsanya dari penindasan bangsa lain dan memperjuangkannya menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri. Sesungguhnya itulah esensi semangat dari Habibie muda.
Benarkah Habibie hanya seorang Intelektual atau Cendekiawan saja?
Sejak menginjakkan kaki di Jerman, yang ada di kepala Habibie adalah membuat pesawat untuk Indonesia, untuk mensejahterakan bangsanya, untuk keadilan sosial di negerinya. Hanya itu! Bukan sebagaimana cita-cita para mahasiswa hasil gemblengan pendidikan berorientasi kelas pekerja, yaitu bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar.
Habibie muda sadar dengan potensinya di masa depan. Ia mendatangi pemerintah dan menawarkan untuk membangun Industri Pesawat sendiri. Mental demikian mustahil lahir dari jiwa-jiwa yang tidak merdeka dan tidak mencintai Indonesia.
Soekarno dan pemerintahannya tidak mendengar jelas suara itu. Maka, habibie muda melakukan perlawanan. Ia bekerja di negeri Jerman, hasil karyanya begitu dihargai. Bahkan sindiran-sindiran tentang Indonesia, seakan sirna dengan karya-karya yang dibuat oleh Rudy (nama panggilan Habibie).
Rezim Soekarno berubah menjadi Rezim Soeharto. Nama habibie yang sudah meroket di luar negeri, membuat ketertarikan rezim pemerintahan Soeharto. Yang ingin dilakukan Soeharto adalah menjadikan Indonesia menjadi macan di asia. Maka, ia membutuhkan hal-hal yang mendukung itu. Teknologi salah satunya.
Habibie pun dipanggil. Dia diminta memimpin proyek industri transportasi Indonesia. Lagi-lagi habibie, melihat jeli masa depan Indonesia yang jaya. Ia yakin benar, bila Industri Strategis dikembangkan sedemikian rupa, maka Indonesia yang terdiri atas 17.000 kepulauan ini berubah menjadi pesat. Mantan ketua umum ICMI ini, menyadari bahwa selaiknya potensi besar negeri ini disadari.
Visi Habibie terhadap teknologi adalah agar bangsa ini berdaulat, agar pulau-pulau terpencil bisa terhubung dan sejahtera, agar putra bangsa bisa membuat sendiri pesawat yang murah namun canggih sesuai kebutuhan bangsa ini. Bandingkan dengan visi teknologi dari mobil nasional, robot nasional dsbnya yang hanya berorientasi industri semata.
“I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)
Kalimat diatas merupakan senjata Habibie untuk berdebat dengan lawan politiknya. Habibie ingin menjelaskan mengapa industri berteknologi itu sangat penting. Dan ia membandingkan harga produk dari industri high-tech (teknologi tinggi) dengan hasil pertanian. Ia menunjukkan data bahwa harga 1 kg pesawat terbang adalah USD 30.000 dan 1 kg beras adalah 7 sen (USD 0,07). Artinya 1 kg pesawat terbang hampir setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan diperoleh beras 4,5 juta ton beras.
Jadi Habibie sungguh-sungguh menginginkan bangsa ini berdaulat, bukan sekedar mempelajari dan membuat teknologi yang tidak ada kaitannya dengan kondisi bangsa kini dan masa depan.
Proyek pesawat terbang, gatotkaca mengguncang dunia. Barat melalui media, berupaya melunturkan semangat kebangkitan Indonesia. Bahkan, Soeharto yang arogan itu, kini menjadi musuh masa depan bagi Kapitalisme Eropa dan Amerika.
Dikisahkan, kritik terhadap permainan Korupsi terlihat. Bagaimana mudahnya cara-cara tender kotor sering dilakukan. Habibie mengkritik itu semua. Siapa yang tidak tahu semua Partai dan Pengusaha menghalalkan konspirasi tender proyek pemerintahan untuk logistik pemilu mereka.
Jujur, Indonesia tidak pernah kekurangan para Teknokrat yang memiliki kapasitas keilmuan di atas teknokrat barat. Indonesia memliki pula para Politikus ulung yang bersahaja, taqwa bahkan jenius dalam membuat kebijakan pro-rakyat. Indonesia memiliki para ahli kesehatan yang sangat konsen dalam menyelesaikan krisis kesehatan dan penyakit. Bahkan, bila diberikan keleluasaan dan peluang bisa jadi Obat HIV/AIDS itu dapat ditemukan.
Potensi Indonesia ini begitu besar. Sangat besar sebesar luasnya wilayah teritorial Indonesia. Inilah pentingnya ruh perjuangan dan pembebasan atas penindasan dan penguatan kemandirian bangsa ditanamkan di sekolah-sekolah. Lihatlah bagaimana ruh intelektual berpadu dengan ruh pembebasan atas penindasan ini nampak pada sosok HOS Cokroaminoto, pada sosok Ahmad Dahlan, pada sosok Ki Hadjar Dewantoro, pada sosok Muhammad Hatta, pada sosok Kartini dsbnya.
Alangkah jahatnya (bukan lucunya), para pemimpin negeri ini. Mereka kurang bersahabat dengan nurani dan tidak mensyukuri karunia ilahi atas Indonesia. Politik kotor telah jadi kebiasaan dan dihalalkan atas nama kepentingan kelompok. NeoKapitalisme telah subur dan mencengkram. Diperparah oleh sekolah dan lembaga pendidikan yang hanya berorientasi melahirkan intelektual atau kelas pekerja. Padahal sejatinya pendidikan melahirkan jiwa-jiwa pembebas penindasan negeri ini melalui beragam potensi yang dimiliki anak-anak Indonesia, teknologi adalah salah satunya.
Alhasil, sampai kapanpun maka Indonesia akan jalan ditempat. Kita tidak sekedar butuh banyak habibie baru, tetapi mereka yang berani berkata benar, memberikan kemampuannya dengan keseriusan dalam membangun negeri, dan tentu negeri yang besar tidak akan melupakan Tuhannya. Maka, sepatutnya lahir para birokrat, politikus, teknokrat, ilmuwan dan akademisi serta kaum muda yang mau berjuang untuk membebaskan negeri ini karena Allah SWT
Lihatlah bagaimana Habibie dengan kecintaannya pada Technology berhasil memadukannya dengan kecintaan pada Indonesia, kecintaan pada bangsa Indonesia dan kecintaan pada keluarganya. Semuanya adalah karunia Allah swt yang mesti disyukuri secara terpadu dengan perjuangan sampai mati. Bukan kecintaan pada kelompok dan golongan, dengan mengatasnamakan cinta pada Indonesia.
Kita semua yang masih mencintai negeri ini tentu merasa sedih dan terpukul ketika menyaksikan Habibie ditemani Ainun masuk ke dalam hanggar pesawat di PTDI, menyaksikan pesawat CN235. karya anak bangsa yang diperjuangkan dengan jiwa dan raga, teronggok bagai besi tua. Tiada yang berteriak membela, tiada yang peduli. Semua bungkam masa bodoh. Sambil memegang tangan Ainun, Habibie berkata: "Maafkan aku untuk waktu-waktu mu dan anak-anak yang telah kuambil demi cita-cita ini"
Sesungguhnya kita tidak sedang menangisi Habibie, tetapi sesungguhnya kita seolah sedang ditampar oleh Habibie, kita sedang menangisi diri sendiri, menangisi ketidakmampuan kita untuk menjadi seperti Habibie atau membuat pendidikan yang banyak melahirkan Habibie .
Menjadi seperti Habibie, bukan untuk menjadi intelektual seperti Beliau, namun untuk memiliki cinta murni yang sama, yaitu Cinta pada potensi unik pribadi kita, Cinta pada Bangsa ini, Cinta pada Alam Indonesia, Cinta pada Keluarga, Cinta pada Allah swt, Cinta pada semua karunia yang ada lalu kemudian memadukannya dalam Perjuangan di Jalan Allah untuk membebaskan bangsa dan manusia demi Peradaban yang lebih adil dan damai. Habibie menyebutnya keterpaduan ini dengan Manunggal.
Habibie berkata:
”Manunggal adalah ”Compatible” atau kesesuaian, Karena dalam cinta sejati terdapat empat elemen berupa, Cinta yang mumi, cinta yang suci, cinta yang sejati dan cinta yang sempurna”.
sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/511a20e0601243d127000008/tamparan-habibie-buat-bangsa-indonesia--nyesek-ane-bacanya/

Pada paruh tahun 80an akhir, sosok Habibie menjelma menjadi idola dan simbol sosok intelektual yang shalih. Seorang intelektual yang mumpuni diakui dunia barat, yang secara material sudah kaya karena royalti dari rancangan sayap pesawat terbang yang terus mengalir seumur hidup, dan digambarkan sebagai sosok yang taat dan rajin beribadah, bahkan tidak pernah meninggalkan puasa sunnah hari Senin dan Kamis.
Pada masanya bahkan masih sampai kini, sosok ini menjadi model bagi banyak sekolah dan lembaga pendidikan Islam, dengan jargon "mencetak cendekiawan yang berotak Jerman dan berhati Mekkah". Beberapa pihak bahkan menyebut sekolahnya sebagai lembaga yang mencetak Ulil Albab. Bisa jadi karena sedikit banyak sosok Habibie waktu masa itu dianggap pantas sebagai model Ulil Albab dalam perspektif cendekiawan.
Begitulah, "ruh intelektual" dari sosok Habibie nampaknya lebih kental dikenal dari "ruh pejuang". Makna Ulil Albab pun menyempit menjadi makna seorang cendekiawan pandai yang memiliki keshalihan personal.
Efeknya adalah lahirlah konsep-konsep pendidikan Islam yang berupaya memadukan kedua sisi itu dengan nama "IMTAQ dan IPTEK", dengan ciri khas bergedung hebat, berorientasi mecusuar dan elitis alias terpisah dari masyarakatnya, sebagaimana pusat menara gading para intelektual.
Apa yang salah? Mungkin tiada yang salah, namun yang kurang adalah memunculkan "ruh perlawanan" untuk membebaskan bangsanya dari penindasan bangsa lain dan memperjuangkannya menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri. Sesungguhnya itulah esensi semangat dari Habibie muda.
Benarkah Habibie hanya seorang Intelektual atau Cendekiawan saja?
Sejak menginjakkan kaki di Jerman, yang ada di kepala Habibie adalah membuat pesawat untuk Indonesia, untuk mensejahterakan bangsanya, untuk keadilan sosial di negerinya. Hanya itu! Bukan sebagaimana cita-cita para mahasiswa hasil gemblengan pendidikan berorientasi kelas pekerja, yaitu bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar.
Habibie muda sadar dengan potensinya di masa depan. Ia mendatangi pemerintah dan menawarkan untuk membangun Industri Pesawat sendiri. Mental demikian mustahil lahir dari jiwa-jiwa yang tidak merdeka dan tidak mencintai Indonesia.
Soekarno dan pemerintahannya tidak mendengar jelas suara itu. Maka, habibie muda melakukan perlawanan. Ia bekerja di negeri Jerman, hasil karyanya begitu dihargai. Bahkan sindiran-sindiran tentang Indonesia, seakan sirna dengan karya-karya yang dibuat oleh Rudy (nama panggilan Habibie).
Rezim Soekarno berubah menjadi Rezim Soeharto. Nama habibie yang sudah meroket di luar negeri, membuat ketertarikan rezim pemerintahan Soeharto. Yang ingin dilakukan Soeharto adalah menjadikan Indonesia menjadi macan di asia. Maka, ia membutuhkan hal-hal yang mendukung itu. Teknologi salah satunya.
Habibie pun dipanggil. Dia diminta memimpin proyek industri transportasi Indonesia. Lagi-lagi habibie, melihat jeli masa depan Indonesia yang jaya. Ia yakin benar, bila Industri Strategis dikembangkan sedemikian rupa, maka Indonesia yang terdiri atas 17.000 kepulauan ini berubah menjadi pesat. Mantan ketua umum ICMI ini, menyadari bahwa selaiknya potensi besar negeri ini disadari.
Visi Habibie terhadap teknologi adalah agar bangsa ini berdaulat, agar pulau-pulau terpencil bisa terhubung dan sejahtera, agar putra bangsa bisa membuat sendiri pesawat yang murah namun canggih sesuai kebutuhan bangsa ini. Bandingkan dengan visi teknologi dari mobil nasional, robot nasional dsbnya yang hanya berorientasi industri semata.
“I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)
Kalimat diatas merupakan senjata Habibie untuk berdebat dengan lawan politiknya. Habibie ingin menjelaskan mengapa industri berteknologi itu sangat penting. Dan ia membandingkan harga produk dari industri high-tech (teknologi tinggi) dengan hasil pertanian. Ia menunjukkan data bahwa harga 1 kg pesawat terbang adalah USD 30.000 dan 1 kg beras adalah 7 sen (USD 0,07). Artinya 1 kg pesawat terbang hampir setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan diperoleh beras 4,5 juta ton beras.
Jadi Habibie sungguh-sungguh menginginkan bangsa ini berdaulat, bukan sekedar mempelajari dan membuat teknologi yang tidak ada kaitannya dengan kondisi bangsa kini dan masa depan.
Proyek pesawat terbang, gatotkaca mengguncang dunia. Barat melalui media, berupaya melunturkan semangat kebangkitan Indonesia. Bahkan, Soeharto yang arogan itu, kini menjadi musuh masa depan bagi Kapitalisme Eropa dan Amerika.
Dikisahkan, kritik terhadap permainan Korupsi terlihat. Bagaimana mudahnya cara-cara tender kotor sering dilakukan. Habibie mengkritik itu semua. Siapa yang tidak tahu semua Partai dan Pengusaha menghalalkan konspirasi tender proyek pemerintahan untuk logistik pemilu mereka.
Jujur, Indonesia tidak pernah kekurangan para Teknokrat yang memiliki kapasitas keilmuan di atas teknokrat barat. Indonesia memliki pula para Politikus ulung yang bersahaja, taqwa bahkan jenius dalam membuat kebijakan pro-rakyat. Indonesia memiliki para ahli kesehatan yang sangat konsen dalam menyelesaikan krisis kesehatan dan penyakit. Bahkan, bila diberikan keleluasaan dan peluang bisa jadi Obat HIV/AIDS itu dapat ditemukan.
Potensi Indonesia ini begitu besar. Sangat besar sebesar luasnya wilayah teritorial Indonesia. Inilah pentingnya ruh perjuangan dan pembebasan atas penindasan dan penguatan kemandirian bangsa ditanamkan di sekolah-sekolah. Lihatlah bagaimana ruh intelektual berpadu dengan ruh pembebasan atas penindasan ini nampak pada sosok HOS Cokroaminoto, pada sosok Ahmad Dahlan, pada sosok Ki Hadjar Dewantoro, pada sosok Muhammad Hatta, pada sosok Kartini dsbnya.
Alangkah jahatnya (bukan lucunya), para pemimpin negeri ini. Mereka kurang bersahabat dengan nurani dan tidak mensyukuri karunia ilahi atas Indonesia. Politik kotor telah jadi kebiasaan dan dihalalkan atas nama kepentingan kelompok. NeoKapitalisme telah subur dan mencengkram. Diperparah oleh sekolah dan lembaga pendidikan yang hanya berorientasi melahirkan intelektual atau kelas pekerja. Padahal sejatinya pendidikan melahirkan jiwa-jiwa pembebas penindasan negeri ini melalui beragam potensi yang dimiliki anak-anak Indonesia, teknologi adalah salah satunya.
Alhasil, sampai kapanpun maka Indonesia akan jalan ditempat. Kita tidak sekedar butuh banyak habibie baru, tetapi mereka yang berani berkata benar, memberikan kemampuannya dengan keseriusan dalam membangun negeri, dan tentu negeri yang besar tidak akan melupakan Tuhannya. Maka, sepatutnya lahir para birokrat, politikus, teknokrat, ilmuwan dan akademisi serta kaum muda yang mau berjuang untuk membebaskan negeri ini karena Allah SWT
Lihatlah bagaimana Habibie dengan kecintaannya pada Technology berhasil memadukannya dengan kecintaan pada Indonesia, kecintaan pada bangsa Indonesia dan kecintaan pada keluarganya. Semuanya adalah karunia Allah swt yang mesti disyukuri secara terpadu dengan perjuangan sampai mati. Bukan kecintaan pada kelompok dan golongan, dengan mengatasnamakan cinta pada Indonesia.
Kita semua yang masih mencintai negeri ini tentu merasa sedih dan terpukul ketika menyaksikan Habibie ditemani Ainun masuk ke dalam hanggar pesawat di PTDI, menyaksikan pesawat CN235. karya anak bangsa yang diperjuangkan dengan jiwa dan raga, teronggok bagai besi tua. Tiada yang berteriak membela, tiada yang peduli. Semua bungkam masa bodoh. Sambil memegang tangan Ainun, Habibie berkata: "Maafkan aku untuk waktu-waktu mu dan anak-anak yang telah kuambil demi cita-cita ini"
Sesungguhnya kita tidak sedang menangisi Habibie, tetapi sesungguhnya kita seolah sedang ditampar oleh Habibie, kita sedang menangisi diri sendiri, menangisi ketidakmampuan kita untuk menjadi seperti Habibie atau membuat pendidikan yang banyak melahirkan Habibie .
Menjadi seperti Habibie, bukan untuk menjadi intelektual seperti Beliau, namun untuk memiliki cinta murni yang sama, yaitu Cinta pada potensi unik pribadi kita, Cinta pada Bangsa ini, Cinta pada Alam Indonesia, Cinta pada Keluarga, Cinta pada Allah swt, Cinta pada semua karunia yang ada lalu kemudian memadukannya dalam Perjuangan di Jalan Allah untuk membebaskan bangsa dan manusia demi Peradaban yang lebih adil dan damai. Habibie menyebutnya keterpaduan ini dengan Manunggal.
Habibie berkata:
”Manunggal adalah ”Compatible” atau kesesuaian, Karena dalam cinta sejati terdapat empat elemen berupa, Cinta yang mumi, cinta yang suci, cinta yang sejati dan cinta yang sempurna”.

sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/511a20e0601243d127000008/tamparan-habibie-buat-bangsa-indonesia--nyesek-ane-bacanya/
sumber : http://iniunic.blogspot.com/2013/03/tamparan-habibie-buat-bangsa-indonesia.html#ixzz2OS1lvseN
Langganan:
Komentar (Atom)






